Inspirasi

Setiap orang pasti akan merasakan perubahan dan tekanan dalam hidupnya. Seorang pelajar menghadapi tekanan saat ujian kenaikan kelas, kalau sebelumnya dia malas belajar dan tidak mau berubah, maka tentu akan sulit baginya untuk lulus dari ujian tersebut. Anak-anak secara perlahan akan berubah menjadi remaja, dewasa, hingga tua renta. Pemuda-pemuda akan menemukan jodohnya, menikah, dan mulai jadi orang tua. Dalam kehidupan ini semua pasti berubah, dan selalu ada tekanan yang datang bersamaan dengannya.

Jika kita dihadapkan pada sebuah perubahan, maka menurut saya ada 2 hal yang dapat kita lakukan, kita bisa keluar atau kita dapat bertahan dan merubah diri kita agar dapat tetap di jalur yang kita pilih. Kebanyakan orang akan memilih untuk keluar dari sistem yang tidak disukainya, mereka memilih untuk tidak menghadapi perubahan yang datang. Kalau memang tidak ada pilihan lain atau tidak sesuai dengan prinsip hidup/ideologi sih menurut saya tidak masalah. Namun yang sering terjadi adalah orang-orang itu melarikan diri dari perubahan yang datang. Mereka tidak mau berubah dan lebih memilih mencari sistem normal yang membuat diri mereka nyaman.

Ingat ini, “Segala sesuatu yang terjadi pada diri manusia, pasti sudah mendapat persetujuan dari Allah. Daun saja tidak akan jatuh kecuali ada izin dari Allah”

Hal lain yang dapat kita lakukan ketika datang perubahan adalah merubah diri kita agar dapat survive dari perubahan itu. Saya percaya bahwa setiap perubahan yang datang kepada kita dapat berarti 2 hal, yaitu ujian atau musibah. Kalau yang datang itu ujian, maka apabila kita lulus dan survive dari perubahan itu, yakinlah akan banyak keuntungan yang menanti kita. Namun kalau perubahan itu adalah musibah untuk kita, ya mau bagaimana lagi, hehe.

Manusia tidak bisa memilih takdirnya, tapi bisa memilih untuk memperjuangkannya atau tidak. Jika Allah berkehendak, maka takdirmu pun dapat berubah.

Inti tulisan ini adalah saya ingin mengingatkan kepada pembaca sekalian, bahwa suatu saat nanti ketika menghadapi hal-hal baru yang mungkin tidak anda sukai. Cobalah lihat lebih teliti, apakah nantinya perubahan itu akan memberi dampak positif atau hanya menyusahkan anda saja? Karena setiap perubahan itu pasti memerlukan energi, jangan biarkan energi anda terbuang untuk hal-hal yang nantinya akan memberi dampak negatif bagi anda.

Ketika anda sudah yakin bahwa perubahan yang datang itu akan membawa anda ke arah yang lebih baik, siapkan diri anda, lakukan perubahan, perbaiki sikap dan keterampilan anda, dan gunakan energi penuh untuk membawa diri anda masuk ke dalam perubahan itu. Ada orang yang bilang kalau segala sesuatu yang dilakukan dengan setengah-setengah hanya akan menyusahkan anda saja. Jadi, lakukan yang terbaik pada pilihan yang telah anda yakini. Karena manusia hadir di bumi sebagai pemimpin, bukan pecundang yang tak mau merubah diri.  Mari memilih untuk Berubah! 🙂

Inspirasi

Ketika saya lulus S1 dari jurusan Teknik Fisika ITS, begitu banyak keinginan yang ingin saya lakukan. Ingin masuk ke dunia engineering,  kuliah S2, travelling, membuat channel pendidikan di youtube, bisnis forex, bisnis bitcoin, bisnis laundry, dan banyak hal lain yang ingin saya lakukan. Bagi seorang yang memiliki banyak keinginan seperti saya, memang akan sangat susah menentukan hal apa yang akan menjadi fokus kedepannya.

Setelah bergalau ria (sambil melamar pekerjaan), saya putuskan untuk bekerja terlebih dahulu, tapi sambil mencari pekerjaan, tetap mencoba ide-ide bisnis yang selalu muncul di kepala. Apa yang saya putuskan (untuk fokus mencari pekerjaan), ternyata hanya keinginan semu semata. Karena saya bukan tipe orang yang ‘menyukai’ diperintah orang lain. Akhirnya setelah diterima di beberapa perusahaan, hanya kata penolakan yang akhirnya keluar dari diri saya.

Berbagai macam alasan saya keluarkan, mulai dari tempatnya yang jauh, gaji yang tidak sesuai, tidak boleh orang tua, tidak cocok dengan keinginan pribadi, tapi sejatinya alasan yang paling benar adalah Saya memang tidak mau untuk bekerja. Hal yang saya inginkan adalah memiliki bisnis sendiri, membangun dunia sendiri, menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, menjadi orang yang berpengaruh, dan tidak terkekang oleh kehendak orang lain.

Namun, setelah menganggur sekitar 8 bulan, bersamaan dengan banyaknya rupiah yang hilang karena kegagalan bisnis, saya mulai sadar satu hal. Bahwa segala sesuatu yang kita inginkan, membutuhkan proses agar bisa diwujudkan. Kalau ingin sukses berbisnis, butuh proses belajar tentang bisnis. Kalau ingin sukses menjadi pekerja, butuh proses belajar tentang bidang keahlian di pekerjaan yang diambil. Intinya, segala sesuatu membutuhkan proses dan saya bukan tipe orang yang mau untuk menunggu lama untuk menghasilkan sesuatu. Bahasa sederhananya, orang yang tidak sabaran.

Mungkin apa yang saya tulis disini terkesan berlebihan. Tapi itulah kenyataannya! Bagi orang yang punya banyak keinginan, namun tidak punya ketegasan hati untuk memilih, kondisi transisi semacam lulus kuliah sangat menyiksa diri. Pilihannya, antara mengikuti arus kebanyakan orang, atau memilih jalan hidup sendiri. Antara menjadi sama dengan yang lain, atau menjadi diri sendiri. Antara menjadi bagian masyarakat umum, atau menjadi pribadi yang siap berbeda.

Setelah puas gagal dengan bisnis yang saya jalani selama 8 bulan (sebelum bekerja), saya dengan matang memutuskan untuk bekerja dibidang yang saya bisa belajar di dalamnya. Akhirnya di bulan ke-9 setelah lulus kuliah, saya bergabung dengan salah satu perusahaan yang sedang berkembang di Surabaya. Dan rasanya saya menemukan tempat yang benar-benar saya inginkan. Sebuah tempat kerja nyata, yang setiap kesempatan memberikan saya pelajaran tentang kehidupan dan bisnis.

Ternyata dunia tidak sebatas apa yang saya pikirkan. Banyak sekali yang belum saya ketahui, dan setiap menemui masalah baru, saya selalu bersemangat untuk menyelesaikannya. Entah masalah itu selesai atau tidak, yang penting saya telah berusaha dan HARUS mendapatkan pelajaran darinya.

Apa yang ingin saya sampaikan disini adalah Dunia ini sangat luas, jangan membatasi diri dengan pikiran-pikiran sempit yang seolah-olah luas. Bisa jadi apa yang menurutmu baik, ternyata tidak baik untukmu. Dan bisa jadi pula apa yang menurutmu kurang baik, ternyata adalah hal yang terbaik yang Tuhan siapkan untukmu.

Keluarlah dari penjara pikiran, keluarlah mengenal dunia. Berjanjilah pada dirimu sendiri untuk tetap bertahan meskipun raga tak kuat menahan lelah. Berjanjilah untuk tetap tersenyum meskipun ingin berteriak memaki dunia. Karena hidup hanya sekali, jangan sampai menyesal. hehe

Thank you.

Inspirasi

Pernah suatu ketika saya melihat rekaman video dari seorang motivator favorit saya, Ippho Santosa. Pada video itu dia menyatakan kepada orang-orang yang ingin menjalani bisnis untuk fokus. Kalau ingin bisnis, ya fokus jalankan bisnisnya, istiqomah! Kalau ingin kerja, ya kerja yang serius, jangan main-main. Kalau memang waktunya kerja jangan lakukan hal lain selain apa yang menjadi tanggung jawabmu.

Perkataan-perkataan itu sangat membekas dalam ingatan saya. Entah kenapa, sepertinya kata-kata itu ditujukan untuk diri saya sendiri. Karena memang sudah sejak lama saya ingin untuk menekuni dunia bisnis, namun masih terganjal masalah modal dan akhirnya memutuskan untuk bekerja terlebih dahulu.

Sebenarnya inti dari semua isi video yang saya lihat itu adalah, fokus dan istiqomah merupakan kunci kesuksesan. Banyak orang merasa bisa merintis bisnis yang besar dan tetap mempertahankan pekerjaannya di perusahaan lain. Memang ada orang yang bisa melakukannya, tapi jumlah orang-orang seperti itu sangat sedikit. Kebanyakan orang tidak memiliki disiplin diri yang kuat untuk dapat menjalankan 2 peran dalam 1 waktu. Akhirnya, bukan kesuksesan dalam kedua bidang itu yang didapatkan, namun kehancuran karir dan kerugian bisnis yang biasanya menghinggapi.

Sampai saat ini saya masih bekerja, mencari ilmu-ilmu baru untuk diterapkan pada perusahaan milik saya sendiri nantinya. Haha, sepertinya kalimat awal paragraf ini begitu mudah dilakukan. Membuat perusahaan sendiri, mengembangkan karir di bidang bisnis, menciptakan lapangan kerja baru untuk banyak orang, membantu keluarga-keluarga yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sepertinya susah! But I remember this quote, “It always seems impossible  until it’s done” (Nelson mandela). Dalam bahasa Indonesia, artinya “Segala sesuatu terlihat tidak mungkin, sampai ia selesai dilakukan”. Saya percaya dengan ilmu yang cukup, fokus, istiqomah, dan pastinya ridho Allah, cita-cita itu akan tercapai.

Lalu ingin usaha apa saya nantinya? Sebenarnya untuk usaha apa, apapun usaha itu asalkan halal tidak jadi masalah (diplomatis sekali), haha. Tapi memang dari pribadi saya ingin menekuni bisnis dunia digital. Membuat sebuah platform yang bisa membantu banyak orang, ya… sepetinya kalimat yang sering diucapkan para inventor muda di Silicon Valley, “to make the world a better place”.

Well, sekian dulu tulisan ini. Semoga menjadi jejak yang menginspirasi. 🙂

Inspirasi, Quotes

Apa yang anda bayangkan ketika melihat sekumpulan anak-anak, bermain penuh kegembiraan, tak ada sekat yang memisahkan mereka, tak ada kepentingan lain yang mereka pikirkan selain bermain. Sejujurnya saya rindu dengan masa dimana bemain adalah tugas utama, tanpa berfikir apa yang akan dimakan besok, tanpa berfikir apa yang orang lain akan pikirkan.

Mungkin pada saat kecil kita dikekang oleh orang tua, tidak boleh melakukan hal ini dan itu. Namun yang dilakukan seorang anak kecil polos hanyalah menangis, setelah itu orang tua menenangkan anaknya, dan masalah pun selesai. Sungguh berbeda dengan dunia dewasa yang sekarang saya jalani, sungguh rumit ketika masalah terjadi. Sebuah kesalahan kecil bisa menjadi beban moral seumur hidup, seorang teman bisa menjadi musuh hanya karena sesuatu yang wajar. Apakah anda merasakan hal yang sama?

Hal yang selalu saya tekankan ketika berada dalam suatu organisasi, adalah kejujuran dan keadilan. Hal ini bukan tanpa alasan. Saya ingin merasakan segala sesuatu terbuka dan penuh dengan kasih sayang. Jika kamu menyakiti orang lain, minta maaflah. Jika kamu disakiti orang lain, maafkanlah dia. Mudah bukan? Terkadang orang-orang dengan emosi yang labil, menganggap sebuah masalah kecil sebagai bom waktu yang akan menghancurkan dunia ini. Kenapa tidak terbuka saja? Seperti waktu kecil, kalau tidak suka bermain dengan seseorang, ya jangan bermain dengannya. Kalau ada masalah, omongkan di depan wajahnya namun bersedialah menerima kritik jika ternyata kita yang salah.

Lakukan apa yang kita inginkan, namun tetap perhatikan bahwa kita bukanlah satu-satunya orang yang memiliki akal di dunia ini. Haha, tulisan ini mungkin tidak tertata dengan baik. Namun, yang ingin saya katakan adalah, jadilah orang yang terbuka dan bersedia menjadi lebih baik. Kalau ada masalah, selesaikan! Tidak akan ada masalah yang selesai, jika tidak diselesaikan. Jika tidak suka, ungkapkan! Tapi lakukan dengan cara yang baik, dan berikan saran agar apa yang tidak kamu suka menjadi lebih baik.

Kebahagiaan tidak datang dari orang lain, kebahagiaan muncul dari diri kita sendiri. Ketika kita bisa menerima segala sesuatu sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa, maka disanalah kebahagiaan bermula. 🙂

Inspirasi

Saya mengenal seorang wanita, namanya Nela. Entah karena bawaan lahir atau memang kebiasaan, dia tidak pernah lepas dari senyuman. Dia adalah teman saya waktu kuliah di Teknik Fisika ITS, saya cukup mengenalnya karena kami sering tergabung dalam beberapa kegiatan organisasi ataupun akademik. Tapi tulisan ini bukan untuk membahas dia, melainkan hanya sebuah kata yang selalu terbayang darinya, ‘senyuman’.

Mulai bulan Juni 2016, saya tergabung di PT Coffee Toffee Indonesia. Sebuah langkah yang saya ambil untuk menempa diri dan belajar dalam dunia manajemen, hal yang selama kuliah jarang sekali saya pelajari. Meskipun pendidikan yang saya tempuh berbasis teknik, saya lebih suka belajar tentang manajemen, terutama manajemen manusia. Entah, tidak ada yang mengajari, mungkin ini yang namanya jalan hati, aseek.

Sesuai teori yang sering saya dengar dari orang-orang yang lebih senior, bekerja memang lebih menantang daripada hanya mengerjakan tugas kuliah. Terlebih pekerjaan yang saya masuki melenceng jauh dari basic pendidikan yang 4 tahun dijalani. Pada bulan pertama bekerja, saya merasa bahwa tugas-tugas ini begitu banyak dan menumpuk, seolah-olah sangat sulit untuk diselesaikan. Tapi Alhamdulillah, semakin lama menjalani pekerjaan, semakin tertantang dan semakin menemukan cara untuk mengatasi stress yang kata orang harus dihindari, hehe.

Beberapa waktu ini, untuk mengurangi stress dalam menghadapi masalah, biasanya saya tersenyum tanpa sebab, hehe. Memang sepertinya ada penelitian tentang hubungan senyum dan relaksasi otot di wajah, tapi yang saya rasakan jauh lebih besar dari itu. Meskipun pekerjaan yang harus dilakukan tidak sedikit, jika dibarengi dengan senyuman (meskipun tanpa sebab), rasanya beban akan berkurang.

Metode ini sebenarnya beberapa kali saya lakukan ketika masih kuliah. Pada saat tugas-tugas kuliah menumpuk, deadline organisasi yang semakin dekat dan banyak, metode tersenyum pada diri sendiri memberi dampak yang cukup signifikan. Secara ilmiah, saya tidak berani menjamin apakah memang dampak yang saya rasakan diakibatkan reaksi syaraf terhadap senyuman atau hanya sugesti dari dalam diri saja. Tapi yang terjadi adalah, “menghadapi masalah dengan tersenyum” menjadi salah satu senjata andalan saya untuk terhindar dari stress. Hehe

Kamu mau coba metode ini? saya punya tips yang saya buat sendiri untuk menghadapi masalah dengan senyuman:

  1. Mulailah hari dengan pikiran yang positif. Pikiran yang positif akan menjadikan kita lebih mudah untuk tersenyum, serta menjadikan diri menjadi lebih nyaman.
  2. Jangan terpengaruh dengan kondisi teman-teman di sekitarmu. Terkadang kondisi orang-orang di sekeliling akan mempengaruhi diri kita. Jadi, tetap tenang dan jangan terpengaruh dengan kondisi buruk orang lain. Saya tidak meminta anda untuk acuh terhadap masalah orang lain, namun jangan terpengaruh. Stay Positive!
  3. Tambahi senyuman dengan sedikit senam wajah. Hal ini sepertinya bisa mengurangi ketegangan di urat-urat wajahmu. hehe
  4. Jangan malu dan takut dibilang gila. hehe.
  5. Stay connected with God! Sebenarnya ini yang paling penting, saya taruh di bagian paling akhir biar diingat.hehe

Terima kasih banyak sudah membaca artikel ini. Semoga bermanfaat. 🙂

Islam

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا ۚ وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (Q.S. Al-An’am [6]:112)

Alhamdulillah, pagi ini Allah SWT masih memberikan kesempatan pada saya untuk membaca Al-Qur’an. Ayat di atas adalah salah satu ayat yang saya baca, dan saya terkagum dengan maknanya. Bagaimana Allah SWT menunjukkan keindahan, kekuasaan, dan petunjuk dalam satu ayat, secara bersamaan.

Terdapat sebuah nilai yang bisa menjadi pembelajaran untuk kita saat ini. Kalau kita perhatikan, ayat di atas diawali dengan ketentuan dari Allah SWT untuk menjadikan musuh-musuh bagi para nabi. Kemudian setelah itu, Allah SWT menunjukkan kekuasaan dan pelajaran pada kita,
“Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan”

Bukankah bagian ayat itu juga dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari? Ketika seseorang membuat kita marah, melakukan fitnah, menggunjing, dzalim kepada kita, seolah Allah SWT mengingatkan bahwa
“Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan”

Lalu apabila kita ditimpa musibah, segala sesuatu tidak sesuai dengan rencana, apa yang kita harapkan ternyata hanya kepalsuan, maka ingatlah, jika Tuhanmu menghendaki, maka itu bisa saja tidak terjadi.

Kenyataannya, kita sering terpedaya dalam rumitnya kesulitan, tanpa sadar bahwa kekuasaan Allah meliputi segala kesulitan. Padahal percaya terhadap qodho dan qodar adalah salah satu rukun iman dalam Islam.

Hmm. Semoga Allah senantiasa memberikan ampunan dan rahmat-Nya kepada kita. Sehingga kita termasuk orang-orang yang tidak merugi di akhirat nanti. Amiin

Inspirasi, Youthand

Memiliki Tujuan yang Jelas

Pernahkah anda merasa bingung, ketika libur sekolah, libur bekerja, atau sudah tidak ada lagi rutinitas yang biasa dilakukan? Kebingungan berkaitan erat dengan tujuan,  ketika manusia sedang bingung, maka tujuan hidupnya perlu dipertanyakan.

Kebingungan yang saya maksudkan bukan keadaan dimana kita menghadapi masalah, kemudian kesulitan untuk memecahkannya. Semisal anda bingung untuk menyelesaikan soal matematika, atau ketika anda bingung saat tidak tahu cara memperbaiki pipa yang bocor. Kebingungan yang saya maksudkan lebih ke rasa hampa dalam diri, tidak tahu harus berbuat apa, terlalu banyak pikiran namun tidak tahu mana yang harus dilakukan.

Jika anda ingin pergi dari rumah ke suatu kota, anda tentu membutuhkan pengetahuan tentang posisi kota tujuan, jalur yang bisa dilewati, dan risiko yang mungkin anda dapatkan. Namun yang lebih penting, sebelum anda memulai untuk bersiap diri, tanyakan sesuatu pada dirimu, “Apa sebenarnya tujuanku pergi kesana?”

Ketika kita sudah mengetahui apa yang kita inginkan, maka hal-hal yang kita butuhkan akan semakin jelas. Jika anda ingin pergi ke suatu kota untuk berbelanja, jangan lupa membawa uang untuk membeli barang yang diinginkan. Jika anda ingin pergi ke suatu kota untuk menemui seseorang, jangan lupa persiapkan apa yang ingin anda ungkapkan pada orang tersebut.

Apabila anda seringkali mengalami kebingungan atas apa yang AKAN saya lakukan. Hal ini tidak lebih dari ketidakjelasan tujuan hidup. Jadi, yang perlu anda lakukan adalah mencari hal yang ingin anda tuju. Apakah itu membahagiakan seseorang, membeli suatu barang, membangun sebuah yayasan, atau apapun itu.

Dengan memiliki tujuan yang jelas, maka kita bisa meminimalisir tindakan-tindakan yang hanya membuang waktu. Karena waktu tak bisa berputar kembali, setiap detik yang kita lalui tidak bisa dipanggil untuk berubah sesuai keinginan kita di masa depan. Apa yang terjadi di masa lalu mungkin tidak sesuai keinginan kita, namun semua itu biarlah jadi pembelajaran yang HARUS membuat kita lebih baik dari sebelumnya.

*)) Tulisan ini saya buat untuk menyemangati diri sendiri, yang masih bingung untuk melakukan sesuatu. Yang masih memiliki banyak rencana namun sangat sedikit yang menjadi nyata, yang masih gusar karena belum bisa tegas pada diri sendiri. 🙂

 

Inspirasi, Youthand

Menghargai Diri Sendiri

Jika anda mengikuti perkembangan berita internasional saat ini, terutama pada bidang teknologi, tentu anda sudah familiar dengan robot. Dengan semakin majunya teknologi, robot pun sekarang bisa melakukan banyak hal. Ada robot yang bisa berbicara seperti manusia, memadamkan api, bahkan sekarang sudah ada robot yang ditugaskan untuk operasi militer. Hebat bukan? Tugas manusia semakin mudah dengan adanya robot-robot disekitarnya. Continue Reading

Youthand

Tantangan – YOUTHAND Series 1

Indonesia memiliki jumlah manusia yang sangat banyak, diikuti pula oleh masalah yang ditimbulkannya. Banyak manusia berarti banyak pola pikir, budaya, ras, dan keinginan. Tentu akan terjadi masalah dalam kehidupan di negara ini, walaupun hanya beberapa kali. Kalau anda ingat, telah terjadi cukup banyak kerusuhan di daerah-daerah yang menginginkan kebebasan, seperti Aceh dan Papua. Apakah mereka salah? tentu tidak, karena apa yang mereka inginkan hanyalah menjadi lebih baik.

Setiap manusia tentu ingin kehidupannya menjadi lebih baik dari yang dimiliki saat ini. Itulah sifat alamiah manusia. Namun, yang membedakan adalah tindakan yang dilakukan untuk meraih hal-hal yang diinginkannya. Ada golongan orang yang memilih menjauhi risiko dan tetap diam dalam keinginan di dalam hatinya. Ada pula yang dengan tegas menentang aturan dan segera menginginkan perubahan. Selain itu, ada pula golongan orang yang mempersiapkan diri dan bersiap untuk berubah ketika kesempatan telah datang. Continue Reading