Inspirasi

Pernah suatu ketika saya melihat rekaman video dari seorang motivator favorit saya, Ippho Santosa. Pada video itu dia menyatakan kepada orang-orang yang ingin menjalani bisnis untuk fokus. Kalau ingin bisnis, ya fokus jalankan bisnisnya, istiqomah! Kalau ingin kerja, ya kerja yang serius, jangan main-main. Kalau memang waktunya kerja jangan lakukan hal lain selain apa yang menjadi tanggung jawabmu.

Perkataan-perkataan itu sangat membekas dalam ingatan saya. Entah kenapa, sepertinya kata-kata itu ditujukan untuk diri saya sendiri. Karena memang sudah sejak lama saya ingin untuk menekuni dunia bisnis, namun masih terganjal masalah modal dan akhirnya memutuskan untuk bekerja terlebih dahulu.

Sebenarnya inti dari semua isi video yang saya lihat itu adalah, fokus dan istiqomah merupakan kunci kesuksesan. Banyak orang merasa bisa merintis bisnis yang besar dan tetap mempertahankan pekerjaannya di perusahaan lain. Memang ada orang yang bisa melakukannya, tapi jumlah orang-orang seperti itu sangat sedikit. Kebanyakan orang tidak memiliki disiplin diri yang kuat untuk dapat menjalankan 2 peran dalam 1 waktu. Akhirnya, bukan kesuksesan dalam kedua bidang itu yang didapatkan, namun kehancuran karir dan kerugian bisnis yang biasanya menghinggapi.

Sampai saat ini saya masih bekerja, mencari ilmu-ilmu baru untuk diterapkan pada perusahaan milik saya sendiri nantinya. Haha, sepertinya kalimat awal paragraf ini begitu mudah dilakukan. Membuat perusahaan sendiri, mengembangkan karir di bidang bisnis, menciptakan lapangan kerja baru untuk banyak orang, membantu keluarga-keluarga yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sepertinya susah! But I remember this quote, “It always seems impossible  until it’s done” (Nelson mandela). Dalam bahasa Indonesia, artinya “Segala sesuatu terlihat tidak mungkin, sampai ia selesai dilakukan”. Saya percaya dengan ilmu yang cukup, fokus, istiqomah, dan pastinya ridho Allah, cita-cita itu akan tercapai.

Lalu ingin usaha apa saya nantinya? Sebenarnya untuk usaha apa, apapun usaha itu asalkan halal tidak jadi masalah (diplomatis sekali), haha. Tapi memang dari pribadi saya ingin menekuni bisnis dunia digital. Membuat sebuah platform yang bisa membantu banyak orang, ya… sepetinya kalimat yang sering diucapkan para inventor muda di Silicon Valley, “to make the world a better place”.

Well, sekian dulu tulisan ini. Semoga menjadi jejak yang menginspirasi. 🙂

Inspirasi, Quotes

Apa yang anda bayangkan ketika melihat sekumpulan anak-anak, bermain penuh kegembiraan, tak ada sekat yang memisahkan mereka, tak ada kepentingan lain yang mereka pikirkan selain bermain. Sejujurnya saya rindu dengan masa dimana bemain adalah tugas utama, tanpa berfikir apa yang akan dimakan besok, tanpa berfikir apa yang orang lain akan pikirkan.

Mungkin pada saat kecil kita dikekang oleh orang tua, tidak boleh melakukan hal ini dan itu. Namun yang dilakukan seorang anak kecil polos hanyalah menangis, setelah itu orang tua menenangkan anaknya, dan masalah pun selesai. Sungguh berbeda dengan dunia dewasa yang sekarang saya jalani, sungguh rumit ketika masalah terjadi. Sebuah kesalahan kecil bisa menjadi beban moral seumur hidup, seorang teman bisa menjadi musuh hanya karena sesuatu yang wajar. Apakah anda merasakan hal yang sama?

Hal yang selalu saya tekankan ketika berada dalam suatu organisasi, adalah kejujuran dan keadilan. Hal ini bukan tanpa alasan. Saya ingin merasakan segala sesuatu terbuka dan penuh dengan kasih sayang. Jika kamu menyakiti orang lain, minta maaflah. Jika kamu disakiti orang lain, maafkanlah dia. Mudah bukan? Terkadang orang-orang dengan emosi yang labil, menganggap sebuah masalah kecil sebagai bom waktu yang akan menghancurkan dunia ini. Kenapa tidak terbuka saja? Seperti waktu kecil, kalau tidak suka bermain dengan seseorang, ya jangan bermain dengannya. Kalau ada masalah, omongkan di depan wajahnya namun bersedialah menerima kritik jika ternyata kita yang salah.

Lakukan apa yang kita inginkan, namun tetap perhatikan bahwa kita bukanlah satu-satunya orang yang memiliki akal di dunia ini. Haha, tulisan ini mungkin tidak tertata dengan baik. Namun, yang ingin saya katakan adalah, jadilah orang yang terbuka dan bersedia menjadi lebih baik. Kalau ada masalah, selesaikan! Tidak akan ada masalah yang selesai, jika tidak diselesaikan. Jika tidak suka, ungkapkan! Tapi lakukan dengan cara yang baik, dan berikan saran agar apa yang tidak kamu suka menjadi lebih baik.

Kebahagiaan tidak datang dari orang lain, kebahagiaan muncul dari diri kita sendiri. Ketika kita bisa menerima segala sesuatu sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa, maka disanalah kebahagiaan bermula. 🙂

Inspirasi

Saya mengenal seorang wanita, namanya Nela. Entah karena bawaan lahir atau memang kebiasaan, dia tidak pernah lepas dari senyuman. Dia adalah teman saya waktu kuliah di Teknik Fisika ITS, saya cukup mengenalnya karena kami sering tergabung dalam beberapa kegiatan organisasi ataupun akademik. Tapi tulisan ini bukan untuk membahas dia, melainkan hanya sebuah kata yang selalu terbayang darinya, ‘senyuman’.

Mulai bulan Juni 2016, saya tergabung di PT Coffee Toffee Indonesia. Sebuah langkah yang saya ambil untuk menempa diri dan belajar dalam dunia manajemen, hal yang selama kuliah jarang sekali saya pelajari. Meskipun pendidikan yang saya tempuh berbasis teknik, saya lebih suka belajar tentang manajemen, terutama manajemen manusia. Entah, tidak ada yang mengajari, mungkin ini yang namanya jalan hati, aseek.

Sesuai teori yang sering saya dengar dari orang-orang yang lebih senior, bekerja memang lebih menantang daripada hanya mengerjakan tugas kuliah. Terlebih pekerjaan yang saya masuki melenceng jauh dari basic pendidikan yang 4 tahun dijalani. Pada bulan pertama bekerja, saya merasa bahwa tugas-tugas ini begitu banyak dan menumpuk, seolah-olah sangat sulit untuk diselesaikan. Tapi Alhamdulillah, semakin lama menjalani pekerjaan, semakin tertantang dan semakin menemukan cara untuk mengatasi stress yang kata orang harus dihindari, hehe.

Beberapa waktu ini, untuk mengurangi stress dalam menghadapi masalah, biasanya saya tersenyum tanpa sebab, hehe. Memang sepertinya ada penelitian tentang hubungan senyum dan relaksasi otot di wajah, tapi yang saya rasakan jauh lebih besar dari itu. Meskipun pekerjaan yang harus dilakukan tidak sedikit, jika dibarengi dengan senyuman (meskipun tanpa sebab), rasanya beban akan berkurang.

Metode ini sebenarnya beberapa kali saya lakukan ketika masih kuliah. Pada saat tugas-tugas kuliah menumpuk, deadline organisasi yang semakin dekat dan banyak, metode tersenyum pada diri sendiri memberi dampak yang cukup signifikan. Secara ilmiah, saya tidak berani menjamin apakah memang dampak yang saya rasakan diakibatkan reaksi syaraf terhadap senyuman atau hanya sugesti dari dalam diri saja. Tapi yang terjadi adalah, “menghadapi masalah dengan tersenyum” menjadi salah satu senjata andalan saya untuk terhindar dari stress. Hehe

Kamu mau coba metode ini? saya punya tips yang saya buat sendiri untuk menghadapi masalah dengan senyuman:

  1. Mulailah hari dengan pikiran yang positif. Pikiran yang positif akan menjadikan kita lebih mudah untuk tersenyum, serta menjadikan diri menjadi lebih nyaman.
  2. Jangan terpengaruh dengan kondisi teman-teman di sekitarmu. Terkadang kondisi orang-orang di sekeliling akan mempengaruhi diri kita. Jadi, tetap tenang dan jangan terpengaruh dengan kondisi buruk orang lain. Saya tidak meminta anda untuk acuh terhadap masalah orang lain, namun jangan terpengaruh. Stay Positive!
  3. Tambahi senyuman dengan sedikit senam wajah. Hal ini sepertinya bisa mengurangi ketegangan di urat-urat wajahmu. hehe
  4. Jangan malu dan takut dibilang gila. hehe.
  5. Stay connected with God! Sebenarnya ini yang paling penting, saya taruh di bagian paling akhir biar diingat.hehe

Terima kasih banyak sudah membaca artikel ini. Semoga bermanfaat. 🙂