Inspirasi

Menghadapi Masalah Dengan Tersenyum

Saya mengenal seorang wanita, namanya Nela. Entah karena bawaan lahir atau memang kebiasaan, dia tidak pernah lepas dari senyuman. Dia adalah teman saya waktu kuliah di Teknik Fisika ITS, saya cukup mengenalnya karena kami sering tergabung dalam beberapa kegiatan organisasi ataupun akademik. Tapi tulisan ini bukan untuk membahas dia, melainkan hanya sebuah kata yang selalu terbayang darinya, ‘senyuman’.

Mulai bulan Juni 2016, saya tergabung di PT Coffee Toffee Indonesia. Sebuah langkah yang saya ambil untuk menempa diri dan belajar dalam dunia manajemen, hal yang selama kuliah jarang sekali saya pelajari. Meskipun pendidikan yang saya tempuh berbasis teknik, saya lebih suka belajar tentang manajemen, terutama manajemen manusia. Entah, tidak ada yang mengajari, mungkin ini yang namanya jalan hati, aseek.

Sesuai teori yang sering saya dengar dari orang-orang yang lebih senior, bekerja memang lebih menantang daripada hanya mengerjakan tugas kuliah. Terlebih pekerjaan yang saya masuki melenceng jauh dari basic pendidikan yang 4 tahun dijalani. Pada bulan pertama bekerja, saya merasa bahwa tugas-tugas ini begitu banyak dan menumpuk, seolah-olah sangat sulit untuk diselesaikan. Tapi Alhamdulillah, semakin lama menjalani pekerjaan, semakin tertantang dan semakin menemukan cara untuk mengatasi stress yang kata orang harus dihindari, hehe.

Beberapa waktu ini, untuk mengurangi stress dalam menghadapi masalah, biasanya saya tersenyum tanpa sebab, hehe. Memang sepertinya ada penelitian tentang hubungan senyum dan relaksasi otot di wajah, tapi yang saya rasakan jauh lebih besar dari itu. Meskipun pekerjaan yang harus dilakukan tidak sedikit, jika dibarengi dengan senyuman (meskipun tanpa sebab), rasanya beban akan berkurang.

Metode ini sebenarnya beberapa kali saya lakukan ketika masih kuliah. Pada saat tugas-tugas kuliah menumpuk, deadline organisasi yang semakin dekat dan banyak, metode tersenyum pada diri sendiri memberi dampak yang cukup signifikan. Secara ilmiah, saya tidak berani menjamin apakah memang dampak yang saya rasakan diakibatkan reaksi syaraf terhadap senyuman atau hanya sugesti dari dalam diri saja. Tapi yang terjadi adalah, “menghadapi masalah dengan tersenyum” menjadi salah satu senjata andalan saya untuk terhindar dari stress. Hehe

Kamu mau coba metode ini? saya punya tips yang saya buat sendiri untuk menghadapi masalah dengan senyuman:

  1. Mulailah hari dengan pikiran yang positif. Pikiran yang positif akan menjadikan kita lebih mudah untuk tersenyum, serta menjadikan diri menjadi lebih nyaman.
  2. Jangan terpengaruh dengan kondisi teman-teman di sekitarmu. Terkadang kondisi orang-orang di sekeliling akan mempengaruhi diri kita. Jadi, tetap tenang dan jangan terpengaruh dengan kondisi buruk orang lain. Saya tidak meminta anda untuk acuh terhadap masalah orang lain, namun jangan terpengaruh. Stay Positive!
  3. Tambahi senyuman dengan sedikit senam wajah. Hal ini sepertinya bisa mengurangi ketegangan di urat-urat wajahmu. hehe
  4. Jangan malu dan takut dibilang gila. hehe.
  5. Stay connected with God! Sebenarnya ini yang paling penting, saya taruh di bagian paling akhir biar diingat.hehe

Terima kasih banyak sudah membaca artikel ini. Semoga bermanfaat. 🙂

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *