Youthand

Niat dan Kepercayaan – YOUTHAND Series 1

Biasanya ketika saya membaca buku-buku tentang agama Islam, hal pertama yang dibahas adalah tentang niat dan/atau iman. Karena itu, pada tulisan pertama YOUTHAND Series ini, saya akan menulis tentang pentingnya niat dan kepercayaan kepada hal yang menjadi tujuan kita.

Saya sangat menyukai buku-buku motivasi, terutama yang ditulis oleh orang yang telah berhasil sukses dengan caranya sendiri. Misalnya, Merry Riana, wanita yang ‘terpaksa’ pergi ke Singapura untuk menghindari konflik 1998, dengan segudang ceritanya mampu mengatasi masalah-masalah yang ditemui. Cerita-cerita itu dituliskan dalam beberapa buku, diantaranya mimpi sejuta dollar dan a gift from a friend.

Saya sangat menyukai kisah hidup Merry Riana, karena entah mengapa cerita hidupnya seperti pernah saya alami sebelumnya. Wanita ini sangat tegar mempertahankan mimpi untuk bisa mencapai kebebasan finansial pada umur 30 tahun. Namun akhirnya dia bisa meraih mimpi itu pada umur 26 tahun, serta mendapatkan banyak penghargaan internasional atau nasional.

Dalam kisah hidupnya, niat dan iman menjadi nilai yang sangat penting untuk dapat survive dari cobaan yang menempa. Seperti saat Merry muda dihadapkan masalah keuangan yang membuatnya hanya bisa makan roti keras untuk mengisi perutnya. Pada saat yang sama teman-teman sebayanya dapat dengan nikmat menyantap makanan cepat saji di kantin kampus atau restoran.

Dengan niat yang kuat, dia terus berusaha mencari sumber penghasilan. Setelah beberapa kali gagal dalam pekerjaan dan bisnis yang dijalaninya, akhirnya Merry meraih starting point dalam karirnya pada bidang asuransi. Sebuah bidang yang cukup melenceng jauh dari jurusan yang diambilnya di NTU, Teknik Elektro.

Lalu dimana starting point kita? Dalam sekian banyak kesempatan yang kita dapatkan setiap hari, mungkin salah satunya adalah momen untuk titik balik kehidupan yang sedang kita jalani. Hal yang perlu kita lakukan adalah tetap percaya dan menjaga niat yang kita buat di awal.

Seorang teman pernah memberi nasehat kepada saya, “jangan pernah berhenti berusaha, karena kita tidak tahu dimana letak kesuksesan kita. Bisa jadi kesuksesan kita berada pada langkah ke-1000, sedangkan kita menyerah pada langkah ke-999”

Kesimpulannya, setiap momen dalam hidup kita dapat menjadi titik balik untuk menuju kehidupan yang lebih baik. Jangan pernah menyerah pada keadaan yang seakan akhir dari segala usaha, karena dibalik kesulitan selalu ada kemudahan. Tinggal kita, apakah mau menunggu sampai kemudahan itu datang, atau membiarkan semua usaha berlalu dan meninggalkan kekalahan untuk dibawa oleh waktu.

One Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *